Minggu, 21 September 2008

Bintang Nur Wahid Makin Terang

Survei Lembaga Riset Informasi (LRI) menyebutkan Nur Wahid merupakan capres muda terpopuler yang pilihan masyarakat. Ia mendapatkan 41,8% suara. Dia berada jauh di atas Rizal Mallarangeng dengan 13,6%.

INILAH.COM, Jakarta - Popularitas mantan Presiden PKS, Al Ustadz DR. H. Hidayat Nur Wahid, MA., Lc., makin tinggi saja. Dia jadi calon presiden kalangan muda terpopuler. Beranikah PKS mengusung Ketua MPR itu maju ke medan perang tahun depan?

Ini memang belum murni pilihan rakyat. Ini angka yang disodorkan hasil survei. Tapi, gejala ini menandai perkembangan baru popularitas politisi PKS itu. Jika PKS bisa mengakomodir kaum intelektual dan aktivis serta masyarakat profesional di luar partai, bisa jadi Nur Wahid bakal lebih cemerlang.

Survei Lembaga Riset Informasi (LRI) menyebutkan Nur Wahid merupakan capres muda terpopuler yang pilihan masyarakat. Ia mendapatkan 41,8% suara dari total 2.400 responden jajak pendapat yang dilakukan di 33 provinsi sepanjang 25 Agustus-7 September 2008.

Dia berada jauh di atas Rizal Mallarangeng dengan 13,6%. Menteri Keuangann Sir Mulyani juga dianggap sebagai tokoh muda yang populer. Dia mendapatkan 9,8%, diikuti Pramono Anung 4,9%. Sementara Presiden PKS Tifatul Sembiring, Rektor UI Gumilar Rusliwa Soemantri, Yuddy Chrisnandi, Fajroel Rahman dan Zulkifli Hasan masing-masing di angka 1%.

Peluang Nur Wahid menjadi capres terbilang besar. Sebab, dari kalangan internal partai, tampaknya Nur Wahid takkan mendapat ganjalan berarti. Hampir semua persyaratan telah dipenuhinya. Satu-satunya ganjalan berasal dari persoalan 'eksternal', yakni perolehan suara PKS pada pemilu legislatif 2009. Artinya, jika meraih suara minimal 20%, PKS akan mengajukan calon sendiri.

Menurut Zulkieflimansyah, politikus PKS, hasil survei LRI memang tidak terlalu mengagetkan buat PKS. Pasalnya, selama ini Nur Wahid merupakan figur yang kuat. Selain itu, dia dipandang sudah banyak berkorban untuk PKS. Dia termasuk salah satu pembangun partai dari awal. Wajar jika dia mendapatkan hasil yang maksimal sekarang dan di masa-masa yang akan datang.

Di era kepemimpinan Nur Wahid, PKS merebut suara pada Pemilu 2004 dengan 7% suara. Meyakinkan untuk partai baru. Angka itu melonjak tajam dibanding sekitar 1,5% suara Partai Keadilan (PK) pada Pemilu 1999. PKS kian percaya diri berkat keberhasilan Nur Wahid memimpin parpol ini.

Karena itu, bagi pengganti Nur Wahid, yakni Tifatul Sembiring, perkembangan ini merupakan angin segar. Dan Tifatul musti mendorong partainya agar meraih suara lebih banyak lagi dibanding pemilu 2009 agar bintang Hidayat kian menjulang.

PKS juga harus konsisten dan konsekuen dalam mengambil sikap antikorupsi, selain bersih, profesional, dan perduli. Pada akhirnya, perkembangan PKS akan tergantung dari kinerja para politisi, pengurus, aktivis, serta jemaah tablignya yang menyebar di seantero nusantara.

"Hari depan PKS tergantung dari keberhasilan para kadernya untuk konsisten dan konsekuen serta komit kepada rakyat kecil yang memerlukan pemberdayaan," kata Ray Rangkuti, Direktur LIMA, sebuah LSM anak muda.


http://inilah.com/berita/politik/2008/09/17/50145/bintang-nur-wahid-makin-terang/

Pengirim: Ningsih Update: 17/09/2008 Oleh: Ningsih

Source : http://www.pks.or.id/v2/index.php?op=isi
<http://www.pks.or.id/v2/index.php?op=isi&id=5921>

Senin, 15 September 2008

PKS Pakistan: Bedah Buku "Memperjuangkan Masyarakat Madani"

Sementara itu Ust.Hendri Tanjung dalam makalahnya yang berjudul "How to run Ekonomi Syariah?" menyampaikan bahwa PKS termasuk partai yang cukup berani dengan mengangkat Ekonomi Syariah sebagai solusi alternatif terhadap berbagai persoalan ekonomi di negeri kita.

PK-Sejahtera Online: Dalam rangka sosialisasi ide-ide masyarakat madani PIP PKS Pakistan mengadakan acara bedah buku "Memperjuangkan Masyarakat Madani" yang menandai berakhirnya "Program Daurah Summer 2008 PIP PKS Pakistan" setelah tiga bulan lamanya di Islamabad (9/9).

Acara yang bertempat di kediaman salah seorang fungsionaris PKS Pakistan ini dihadiri oleh mayoritas mahasiswa/i dari International Islamic University Islamabad. Dengan mendatangkan tiga orang pemakalah yaitu, Ust.Muhammad Niam,LLM.Mahasiswa S3 Fakultas Syariah &Law IIUI,Ust.Hendri Tanjung,Mphil.Mahasiswa S3 Fakultas Ekonomi IIUI,serta Ust.Abdul Kholik
Saman,M.Phil.Mahasiswa Pasca Sarjana Facultas Ushuluddin IIUI.

Setiap pemakalah memaparkan isi buku dari sudut pandang dan latar belakang akademik masimg-masing. Pemakalah Pertama Ust.Muhammad Niam memaparkan berbagai problematika sosial yang terjadi di masyarakat seperti rentannya konflik antar agama dan etnis,rendahnya tingkat pendidikan masyarakat serta mewabahnya penyakit kkn,asusila,kriminalitas yang merupakan bukti telah bergesernya nilai-nilai luhur agama dan budaya bangsa.Dalam buku ini lanjut beliau, PKS berusaha menawarkan solusi yang bersifat integral yaitu mengajak masyarakat untuk kembali kepada nilai-nilai luhur yang dilandasi atas agama
dan moral.

Sementara itu Ust.Hendri Tanjung dalam makalahnya yang berjudul "How to run Ekonomi Syariah?" menyampaikan bahwa PKS termasuk partai yang cukup berani dengan mengangkat Ekonomi Syariah sebagai solusi alternatif terhadap berbagai persoalan ekonomi di negeri kita. Praktisi Ekonomi Islam yang juga menjadi Dosen Tidak Tetap di IIUI ini menambahkan,pada dasarnya setiap partai memiliki kesamaan dalam misi yang bersifat normatif tak terkecuali
PKS,akan tetapi PKS meyakini Ekonomi Syariah mampu memberikan kontribusi strategis untuk melaksanakan misi-misi tersebut.

Sementara Ust.Abdul Kholik Saman yang membedah buku dari sisi dakwah,memaparkan dengan gamblang alasan mengapa PKS menyematkan dirinya sebagai Partai dakwah. Dalam makalahnya yang berjudul PKS: Partai Dakwah, mantan Ketua PKS Pakistan ini juga menjabarkan tahapan-tahapan dakwah yang ditempuh oleh PKS mulai dari fase pendirian dan pembentukan organisasi (Mihwar Tanzimi),fase pembentukan basis sosial masyarakat (Mihwar
Sya'bi),fase dakwah struktural (Mihwar Muassasi) serta fase peyanan masyarakat di tingkat negara (Mihwar dauly).

Kegiatan yang berlangsung selepas sholat ashar,ditutup dengan serangkain acara seperti penyerahan sertifikat kepada para pembicara oleh Ust.E.Hanafiah,BA selaku Ketua PKS Pakistan dan di akhiri dengan buka puasa bersama.
(Hifni)

Source : http://www.pks.or.id/v2/index.php?op=isi <http://www.pks.or.id/v2/index.php?op=isi&id=5891>

Kamis, 11 September 2008

PKS Malaysia: PKS Partainya Para TKI

PK-Sejahtera Online: Bulan puasa bukan alasan aktivitas kampanye menurun, justru makin membuat bertambah semangat. Hal ini yang dirasakan kader PKS di Malaysia. Momen pengajian dan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh majlis ta’lim TKI pun dijadikan sarana untuk rekrutmen.

Berangkat dari kediaman Pak Ambang, salah seorang kader PKS yang sudah menetap 20 tahun di Malaysia, tim yang berjumlah 10 orang berkonvoi menggunakan tiga mobil, selama kurang lebih satu jam perjalanan menempuh kawasan berbukit dan berkelok di UluYam, menuju sebuah kilang di kawasan Rawang - sekitar 30 KM dari Kuala Lumpur ke arah Ipoh.

"Niat kita berkenalan dan silaturahim. Tempat yang jauh bukan masalah. Pahalanya kan jadi lebih besar," kata salah seorang kader sambil memperhatikan arah jalan agar tak tersesat. Tempat yang dituju adalah sebuah rumah yang berada di belakang pabrik pemproses getah karet. Di sana sekitar 35 orang tenaga kerja Indonesia sudah menunggu.

****

"Politik adalah bagian dari ajaran Islam. Jangan batasi pengajian hanya sebagai tempat menambah ilmu tanpa memahami situasi politik nyata di sekitar kita," papar Ustadz Abu Aufa ketika menyampaikan materi Syumuliyatul Islam.

"Dari bangun tidur, mandi, makan, keluar rumah, semua ada aturannya dalam Islam. Sudah pasti Islam juga mengandung ajaran tentang bagaimana mengatur negara," tegas ustadz tersebut secara jelas dan rinci.

Dalam sesi perkenalan dapat diketahui bahwah para pekerja tersebut rata-rata telah bekerja selama 5 tahun dan mayoritas berasal dari Jawa Tengah. Terlihat raut muka mereka yang tersenyum senang dengan kehadiran para kader PKS dengan profesi yang beragam. Ada yang bekerja sebagai ekspatriat, mahasiswa, bahkan supir taksi (IC Merah).

"Kerjaan sih gak ada habisnya. Walau sibuk, kami memang sengaja mengkhususkan hari ini untuk buat pengajian. Supaya gak stress," Kata salah seorang pekerja mengawali obrolannya.

"Saya jarang ke Kuala Lumpur. Jadi nggak tahu apa-apa berita di sana. Apalagi berita Indonesia," Kata seorang pekerja lainnya yang sudah 6 tahun bekerja di sini. Lokasi para pekerja memang agak jauh dari pusat kota Rawang, bahkan terpencil.

Menjelang masuk waktu Maghrib, makanan kecil untuk berbuka mulai mengalir ke depan hadirin. Presentasi dihentikan sejenak ketika berkumandang azan maghrib. Selepas berbuka dan sholat maghrib berjamaah, presentasi dilanjutkan kembali dengan menanyangkan film dokumenter kondisi Indonesia serta profil PKS.

Mas Guritno seorang mahasiswa jurusan sejarah di Universiti Malaya memandu acara sambil menjelaskan latar belakang berdirinya PKS. "Dengan pengajian kita bisa jadi orang baik. Tapi kurang membawa perubahan buat negara kita. Karena perubahan itu mesti juga mengubah kepemimpinan negara. Dan itu hanya melalui pemilu dengan memilih partai dan caleg yang bersih, peduli dan profesional,

" ujarnya.

"Mudah saja memilih partai yang tepat. Cari yang tidak pernah berpecah, tidak ada anggotanya yang terlibat korupsi, dan selalu melakukan aksi-aksi nyata di masyarakat, " tuturnya.lebih lanjut.

Presentasi mengenai Syumuliyyatul Islam dan Profil PKS berakhir sewaktu dengan datangnya waktu Isya, acara kemudian dilanjutkan dengan sholat Isya dan tarawih berjama'ah yg dipimpin oleh Ust. Ali. Selepas sholat Tarawih, makanan besar pun keluar dari dapur rumah pekerja tersebut.

Sambil menikmati hidangan yang merupakan hasil masakan para pekerja, mereka dengan tekun memperhatikan film-film kampanye PKS yangg ditayangkan melalui LCD. Semangat mereka semakin kuat melihat para artis dan orang-orang terkenal yang ada di film tersebut mengomentari PKS dan perjuangan kader-kadernya..

"Sekarang kita tambah yakin PKS memang partainya para TKI dan wong cilik. Moga nasib kami jadi lebih baik dengan mendukung PKS. Mohon diinformasikan kepada kami caranya agar kami bisa ikut memilih no.8 pada bulan April nanti," tanya salah seorang pekerja.

Jam menunjukkan waktu yang sudah larut. Terbayang perjalanan pulang yang masih jauh. Tapi semua merasa puas dengan silaturahim ini. Semoga dukungan para TKI ini makin menambah semangat kader PKS di Malaysia menyongsong kemenangan. (pks malaysia)

Posted: 10 Sep 2008 05:54 PM CDT
http://feeds.feedburner.com/~r/duniapks/~3/389089011/pks-partainya-tki.html