Selasa, 20 Januari 2009

PKS iku opo, to?

Kamis, 15 Januari 2009

Inilah Kebiadaban Zionis Itu

Inilah kebiadaban zionis Yahudi itu, sehingga PKS harus turun ke jalan. Sebuah aksi solidaritas 200 ribu massa yang punya hati nurani. Yang membawa 'korban' Presiden PKS Tifatul Sembiring terancam pidana 3 - 12 bulan penjara karena dianggap melanggar aturan kampanye.

Nilai-nilai kemanusiaan dilanggar oleh teroris dunia, Zionis Israel laknatullah. Dan kita di Indonesia melakukan sekedar aksi solidaritas, yang jauh lebih ringan dibandingkan penderitaan rakyat Palestina. Lalu dijerat dengan hukum pelanggaran kampanye. Sebuah pembelokan masalah yang absurd.

Rabu, 14 Januari 2009

Ketika Politik Anti-Humanity

Oleh: Choirul Asyhar

Karena politik Bawaslu DKI melaporkan Tifatul Sembiring Presiden PKS ke Polda Metro Jaya. Alasannya aksi solidaritas PKS terhadap Palestina adalah kampanye terselubung. Sementara kampanye turun ke jalan belum boleh dilakukan saat ini.

Aneh, ketika seluruh dunia melakukan aksi yang sama mengecam kejahatan perang yang dilakukan Zionis Yahudi terhadap Palestina, di Indonesia mengecilkan masalah ini menjadi masalah kampanye parpol. Jika ormas-ormas berdemo mengungkapkan solidaritasnya kepada saudara muslim di Palestina, apakah parpol tidak boleh melakukan itu?

Pengkotak-kotakan masalah sering membuat kita banci dan mandul. Apakah hanya karena takut disebut kampanye, parpol tidak boleh mendukung rakyat? Ketika banjir melanda, posko didirikan, demi taat peraturan kampanye maka bendera harus diturunkan? Sehingga tanpa identitas? Absurd benar cara pandang di negeri ini.

Parpol seakan hanya dikapling kiprahnya di ranah urusan politik. Meskipun itu bisa berarti anti-humanity. Karena hati nurani telah dibungkam mati. Membela rakyat dituduh kampanye. Membela kemanusiaan dilaporkan ke polisi. Bukankan tujuan didirikan parpol untuk membela rakyat, kemanusiaan dan keadilan? Jika ini diingkari maka praktik politik yang terjadi adalah saling gasak, gosok, gesek. Pukul sana, tendang sini. Sikut kanan, sikut kiri.

Apakah ungkapan kemanusiaan hanya boleh dilakukan setelah parpol menang pemilu dalam bentuk kebijakan negara atau pemerintah? Sedangkan pemerintah sendiri tidak ada kebijakan unjuk rasa terhadap aksi anti-kemanusiaan yang dilakukan oleh penjajah Zionis Yahudi Israel?

Kecaman keras yang dilayangkan oleh Presiden melalui surat, jika memang keras, apakah cukup?

Tokoh pejuang Palestina, dalam wawancara di sebuah majalah mengatakan bahwa rakyat Palestina mengikuti berita dukungan dari seluruh dunia termasuk Indonesia dalam bentuk aksi-aksi demonstrasi. Dan ini memberi semangat moral yang sangat tinggi, bahwa Palestina tidak sendirian melawan penjajah Zionis Yahudi Israel.

Maka surat kecaman presiden yang katanya keras itu jauh dari cukup. Aksi-aksi demonstrasi turun ke jalan harus terus digalakkan. Untuk menyuarakan hati nurani masyarakat dunia yang cinta damai dan benci terorisme negara Yahudi itu. Dan suara itu sah-sah saja disuarakan oleh PKS dan partai manapun, kalau mereka mau.

Bahkan Bawaslupun daripada melaporkan Tifatul Sembiring ke Polda, sebaiknya menggalang parpol-parpol untuk berdemo anti-zionis-Israel. Daripada mempolitisir demo solidaritas Palestina yang dilakukan PKS beberapa waktu lalu, sebaiknya memahkamah-Internasionalkan tokoh-tokoh Israel dan Amerika sebagai penjahat perang. Inilah politik hati nurani, karena tujuan politik itu sendiri adalah kekuasaan demi kemashlahatan manusia.

Rabu, 31 Desember 2008

One Man One Dollar to Save Palestine



Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Kepada seluruh kader dan simpatisan PKS serta seluruh masyarakat Indonesia yang dirahmati Allah SWT. Marilah kita satukan hati dan langkah untuk membantu meringankan beban penderitaan saudara kita di bumi Palestina.

Oleh karena itu, DPP PKS Mengundang seluruh masyarakat Indonesia untuk hadir pada Aksi Solidaritas Untuk Rakyat Palestina, yang Insya Allah akan digelar pada hari Jum’at, 2 Januari 2009, pukul 13.00 WIB, di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta.

Sisihkanlah sebagian rizki yang kita miliki melalui aksi “One Man One Dollar To Save Palestine”.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Presiden PKS
Ir. Tifatul Sembiring

Minggu, 28 Desember 2008

PKS Malang: Ketika Sang Kader Berpulang

Innalillahi wainna ilaihi roji’un, ust kita, saudara kita, pejuang dakwah kita, Ust Jamaludin Al-Afghoni, ST, telah berpulang ke Rahmatullah jam 3 dini hari, waktu tulisan ini dibuat, di rumah Tegalgondo Kabupaten Malang.

Terlahir di Kabupaten Bojonegoro, 1 Juli 1975, semasa hidup beliau dikenal sebagai pegiat dakwah. Eksistensi dalam mengembangkan wilayah dakwah patut diteladani. Dimulai sejak masih menjadi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang, Ust Jamal telah terlibat secara aktif dalam kegiatan Lembaga Dakwah Kampus JMAF. Pernah memegang amanah sebagai mentor dakwah sekolah yang dikelola PKS. Jabatan terakhir sebelum meninggal, memangku amanah Kawilda Dapil 7 Kabupaten Malang. Daerah Pemilihan 7 terdiri enam kecamatan dengan wilayah cukup luas. beliau sebetulnya juga dicalonkan oleh PKS sebagai Calon Legislatif No. urut 1 untuk Dapil 7 Kabupaten Malang.

Menjelang wafat beliau masih sempat memikirkan agenda dakwah di dapil 7. Termasuk mengikuti perkembangan situasi politik yang sudah mulai memanas menjelang 2009. Para kader PKS Kabupaten Malang serta orang yang pernah mengenalnya, merasa bersyukur bisa bertemu dan bekerjasama di medan dakwah. Lebih-lebih bagi seorang istri, selama hidup mendampingi dalam keadaan susah dan lapang. Meskipun sang istri, Emi Noor Rohmi, S.Sos, belum menerima kabar bahwa sang suami tercinta telah meninggal setelah beberapa bulan melawan penyakit kornis. Sekali lagi, pada saat tulisan ini dibuat. Sengaja tidak diberitahukan, mengingat pertimbangan psikis istri. Sehari sebelum ust Jamal meninggal tepatnya hari Jum’at, hari penuh berkah dalam satu minggu, sang istri melahirkan seorang bayi keempat perempuan melalui operasi caesar. Praktis dengan tubuh yang letih, dikhwatirkan tidak siap menerima kabar buruk.

Ust Jamal meninggalkan empat buah hati. Mulai dari anak pertama laki-laki, M Azka Al-fatih, Azka merupakan icon bisnis bergerak di jual beli komputer, dibangun ust Jamal untuk menafkahi kehidupan keluarga. Anak kedua seorang perempuan Nida Aida Fitriya. Anak ketiga perempuan Nuha Aida Slsabila. Anak terakhir yang baru lahir sebelum sang ayah meninggal, entah siapa namanya.

Seluruh ikhwah di bumi Allah mendo’akan kepergian sang ustadz. Semoga Allah menerima seluruh amalan baik dan memaafkan segala kehilafan. Usia kehidupan tetap rahasia Allah Swt. Tak seorang pun tahu hatta itu seorang Nabi atau Rasul. Lebih utama adalah mempersiapakan bekal kebaikan, sebelum ajal menjelang.

Ada sepotong kalimat terakhir yang sempat penulis rekam dalam file biodata untuk pembuatan film caleg…
“…jangan pernah merasa kalah dalam pertarungan hidup ini…”
(dari mutarobbi untuk murobbi tercinta, Ust Jamaludin Al-Afgani)

sumber: http://pksmalang.wordpress.com/2008/12/27/perginya-seorang-kader/

Jumat, 26 Desember 2008

Lagu Lama, Tapi Masih Terngiang Di Telinga

Berikut ini lagu lama kampanye PKS tahun 2004. Tapi masih cocok aja dengan kondisi sekarang. Insya Allah ini tetap masih menjadi perjuangan PKS yang sekarang di nomor 8. Inga... inga ... Nomor 8 ya PKS. PKS ya Nomor 8.

PKS Amerika: Puluhan Master dan Doktor Siap Menangkan PKS

“Mereka semuanya dilibatkan dalam strategi dan aksi pemenangan pemilu di sini,” kata Yusuf yang juga doktor di bidang ilmu komputer ini.

PK-Sejahtera Online: Waller, Texas- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menargetkan menang di empat dari sembilan pos pemilihan luar negeri Amerika Serikat (AS) dan Kanada pada Pemilu 2009 mendatang. Daerah yang dibidik merupakan daerah dan kota-kota kantong massa masyarakat Indonesia.

Ketua PKS Amerika Serikat dan Kanada, Dr. Muhammad Yusuf Efendi dalam keterangan persnya, Kamis (24/12) , menjelaskan, daerah yang menjadi sasaran tersebut meliputi Washington DC, New York, Los Angeles dan Vancouver Kanada. Setidaknya, kata Yusuf, PKS yakin akan memperoleh total 40 % suara dari total jumlah pemilih di seluruh AS dan Kanada. Angka yang dipatok ini dua kali lipat daripada target nasional yang mencapai 20%. “Berdasarkan data statistik Pemilu 2004, kami menang di daerah pemilihan berpengaruh di Washington DC. Saat itu kader kami di seluruh AS hanya sekitar 50 orang saja. Sekarang dengan pertambahan kader lebih dari 500 persen dengan distribusti yang lebih merata, tak berlebihan jika target yang dipatok juga berlipat,” tegas Yusuf.

Selain secara kuantitatif, secara kualitatif SDM kader juga meningkat tajam. Setidaknya, jelas Yusuf, ada 28 master dan kandidat master dari berbagai disiplin ilmu. Sedangkan jumlah doktor dan kandidat doktornya mencapai 21 orang. “Mereka semuanya dilibatkan dalam strategi dan aksi pemenangan pemilu di sini,” kata Yusuf yang juga doktor di bidang ilmu komputer ini.

Kader lainnya, yang terdiri atas pelajar, pekerja dan ibu rumah tangga akan dikerahkan dalam aksi direct selling yang selama ini menjadi unggulan kampanye PKS. Mereka akan dilatih untuk bisa berbicara langsung dengan komunitas masyarakat Indonesia di AS dalam memasarkan partai.
Untuk mematangkan aksi pemenangan tersebut, selama empat hari berturut-turut (23-26/12 Desember 2008) PKS Amerika Serikat dan Kanada mengadakan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) di Yogi’s Bear Camp, Waller, Texas. Para koordinator dan simpul massa dari kesembilan daerah pemilihan dikumpulkan dan diberi pengarahan. Mereka berasal dari seluruh wilayah pantai timur sampai barat Amerika. Acara yang didesain dalam suasana alam terbuka itu dihadiri pula oleh Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Amerika Rudi Himawan MSc dan Ketua Biro Departemen Luar Negeri DPP PKS Dr Taufik Wijaya.